Jumat, Mei 29, 2015

commitment it's almost like getting tattoo

  Commitment is a funny thing, you know ?? it’s almost like getting tattoo. you think and you think and you think and you think before you get one. and once you get one, it sticks with you hard and deep. 
   Tapi kemudian mungkin kita tiba di satu titik ketika rasanya benci banget melihat tato itu, and all you wanna do is get rid of it, so then you did. and you’re fine without any tattoo for a while.
   Tapi bisa aja kan, tiba-tiba kita merasa, kok kayaknya hidup gue polos banget tanpa tato itu. ketemu pula dengan tato yang baru yang oke. mulai mikir lagi, nato lagi enggak ya ?
   Banyak yang bilang kalau udah pernah menato sekali, seharusnya yang kedua gampang. Toh udah pernah ini. udah tahu sakitnya. tapi udah ngerasain enaknya juga
Jadi, seharusnya kalo ketemu tato baru yang oke, ya tinggal lakuin aja. But that’s where you’re wrong. There’s always the first tattoo factor.
   Tato pertama itu akan selalu jadi tato pertama. Yang sebelum di-tato butuh waktu yang lama untuk mikir, waktu mau dihilangkan juga prosesnya susah. Sudah hilang pun, masih ada bekas lukanya juga, kan ? sekecil apapun, baret itu masih ada. Dan tidak mudah menemukan tato yang bisa menyembunyikan bekas luka itu. membuatnya tak kasat mata. membuatku merasa seperti perempuan baru lagi.i am, after all, a damaged good.


#Divortiare

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

terima kasih atas kunjungannya...
mohon tinggalkan komentar ya....